About

Sabtu, 26 Januari 2013

Tips Mendidik Anak Rasa Tanggung Jawab untuk Bekal Kehidupannya Kelak Sumber : Tips Mendidik Anak Rasa Tanggung Jawab untuk Bekal Kehidupannya Kelak

Mengajari anak tanggung jawab adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan oleh orang tua manapun namun hal itu sangat penting untuk dilakukan mengingat pentingnya bagi seseorang untuk memiliki sifat dan sikap tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya. Mengingat pentingnya sifat tanggung jawab pada diri seseorang, maka sifat tersebut akan lebih baik jika ditanamkan pada diri seseorang sejak ia masih dalam usia dini. Dengan begitu, sifat tanggung jawab tersebut akan lebih tertanam dalam diri orang itu sehingga dalam kehidupannya di masa depan, ia tidak akan merugikan orang lain dengan sifat dan sikapnya yang tidak bertanggung jawab.
Mengingat pentingnya untuk memiliki sifat dan sikap yang bertanggung jawab, maka kita sebagai orang tua dituntut untuk selalu dapat mengajari anak tanggung jawab. Walupun memang tidak mudah untuk dapat membiasakan anak-anak kita dengan rasa tanggung jawab itu sendiri, kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak kita mengerti tentang apa itu tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.Maka dari itu kita perlu melakukannya sedini mungkin agar kita dapat lebih telaten memberi pengertian dan contoh-contoh tanggung jawab itu sendiri kepada anak-anak kita.
Untuk dapat mengajari anak tanggung jawab secara lebih efektif dan efisien kepada anak, kita dapat melakukan beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan memberi pengertian pada anak apa itu sebenarnya tanggung jawab. Tanggung jawab adalah sikap di mana kita harus bersedia menerima akibat dari apa yang telah kita perbuat. Selain itu, tanggung jawab juga merupakan sikap di mana kita harus konsekuen dengan apa yang telah dipercayakan pada kita. Kita dapat menyampaikan pengertian-pengertian tersebut dengan bahasa yang sekiranya dimengerti oleh anak-anak kita. Selain itu, pengertian-pengertian tersebut akan lebih mudah dipahami okeh anak-anak kita jika disertai dengan contoh atau praktik langsung.
Kemudian, kita juga perlu membedakan antara tanggung jawab yang seharusnya kita lakukan dengan tanggung jawab anak kita. Batas-batas dan aturan aturannya pun harus jelas dan tegas agar anak lebih mudah di arahkan. Akan terasa lebih rumit memang saat kita mengajak anak kita untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang telah ia perbuat dan tidak melulu membantunya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara keseluruhan. Namun, dengan ketelatenan dan kesabaran yang penuh, hal itu akan memberikan hasil yang positif bagi anak-anak kita. Kita dapat memberi anak kita kepuasan tersendiri karena ia telah mampu mengatasi masalahnya sendiri dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Mulailah memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang rasa tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil, seperti usahakan anak selalu membereskan mainan ketika dia selesai bermain, atau biasakan anak mencuci piring atau gelas hanya bekas dia makan dan minum, atau juga dengan cara membiasakan buang sampah pada tempatnya. Jadikan ini menjadi sebuah kebiasaan, tentunya jika hal kecil ini bisa dijalankan dengan baik, berikutnya anak bisa diajarkan rasa tanggung jawab yang sedikit lebih besar. Contoh dalam hal ketika anak bertengkar dengan temannya. Mengajarkan anak minta maaf merupakan salah satu bentuk pengajaran rasa tanggung jawab kepada anak. Tentunya hal ini orang tua haruslah bersikap adil, kemudian setelahnya memberikan penjelasan dan pengertian tentang pentingnya keberanian meminta maaf.
Langkah yang terakhir adalah dengan cara mengulang pembelajaran yang telah mereka alami agar mereka lebih paham dan juga selalu membiasakan langkah-langkah sebelumnya. Dengan begitu, rasa tanggung jawab akan lebih mudah melekat dalam diri anak-anak kita sehingga dalam kehidupannya di masa depan, rasa tanggung jawab akan selalu mendasari segala tingkah lakunya. Itulah pentingnya mengajari anak tanggung jawab.
Ingat, rasa tanggung jawab bukanlah faktor genetik, jadi jangan bosan memberikan bimbingan dan arahan serta mengingatkan akan pentingnya rasa tanggung jawab. Selain itu, memberikan contoh juga merupakan salah satu metode yang cukup baik dilakukan agar anak bisa paham dan mengerti tentang tanggung jawab. Pahami betul perkembangan anak, baik perkembangan fisik maupun mentalnya. Sehingga orang tua akan mengetahui secara tepat metode apa yang cocok untuk menerapkan rasa tanggung jawab terhadap anaknya.

Tips Memilih Buku Bacaan Bagi Anak-Anak

Tak terasa buah hati anda kini tumbuh semakin besar dan hei sepertinya si kecil sudah mulai bisa membaca dan tertarik dengan buku bacaan. Orang tua pasti senang melihat anak-anak mulai tertarik dengan buku, tentunya terbersit untuk memberikan buku anak-anak yang disenanginya. Apalagi ketika si kecil sudah mulai bisa membaca meskipun masih terbata-bata. Jangan tunda lagi, segera beri dia buku yang tentunya makin mengasah kemampuan untuk belajar dan menyukai membaca. Tapi, persisnya buku seperti apa yang harus diberikan kepada si kecil? berikut adalah beberpa pilihan dan tips yang bisa ibu gunakan untuk memilihkan buku baginya.
  • Carilah Buku Dengan Tema atau isi cerita dengan buku dongeng yang sebelumnya sering ibu bacakan sebagai dongeng sebelum tidur. Ketika dia mampu membacanya dan ketika memorinya bekerja, dan ketika tersadar itu adalah buku atau cerita yang pernah ia dengarkan, ia pasti bergumam, "ohhh ini yang diceritakan ibu" atau "sepertinya saya pernah dengar cerita ini", dan ini akan membuat dia semakin semangat untuk membaca
  • Ibu juga bisa memberikan buku dengan isi struktur kalimat yang singkat dan sederhana yang memudahkan dia untuk mengingatnya.
  • Waktu dulu kecil pertama membaca buku ibu suka dengan buku apa? tidak ada salahnya si kecil juga sekarang di berikan buku dengan tokoh, atau cerita yang pernah anda sukai dulu. Hal ini akan membuat anda makin tertarik dan bersemangat untuk mendampingi dan mengajarkan si kecil membaca. Guru yang bersemangat tentu sangat baik bagi anak didiknya. Tapi tetap perhatikan minat anak terhadap buku yang diberikan ibu, apakah dia menyukainya atau tidak. Meskipun anda begitu mencintai tokoh si kancil waktu kecil, namun jika si kecil tidak menyukainya, tetap jangan dipaksakan.
  • Pilihlah buku yang mengandung illustrasi dan gambar di dalamnya yang berhubungan dengan ceritanya. Gambar atau illustrasi tentu akan membantu anak semakin mengerti akan isi cerita. Usahakan gambarnya berwarna, karena ketika terdapat cerita berisi bunga mawar merah, jangan sampai gambarnya ternyata mawar berwarna hitam putih. Tentunya akan membingungkan si kecil.
  • Pahami minat anak anda dan berilah buku sesuai minatnya. Hal ini tentu akan membuat si kecil semakin tertarik ketika dia senang akan pesawat dan mendapati ibunya memberikan buku tentang pesawat. Jadi, dorong anak untuk menyukai membaca dulu.
  • Bawa anak anda ke toko buku atau perpustakaan dan beri keleluasaan untuk memilih buku yang dia suka, tentunya tetap pengawasan dilakukan oleh orang tua.
  • Ibu juga bisa meminta pendapat kepada petugas perpustakaan atau ahli buku atau via internet mengenai buku yang tepat berdasar usia, minat dan tingkat kemampuan membaca anak anda
  • Buku-buku anak yang berkualitas seperti buku yang pernah mendapat penghargaan atau buku yang penulisnya adalah ahli anak bisa juga dipertimbangkan sebagai buku pilihan bagi anak anda.

Tips Mendidik Anak Agar Lebih Mudah Berbagi

Saat si kecil mulai masuk pertama kali ke sekolah taman kanak-kanak banyak perasaan bahagia menyelimuti orang tua. Perasaan senang tatkala tak terasa si kecil sudah besar, perasaan senang tatkala si kecil makin lucu dengan baju sekolah untuk pertama kalinya, dan tentunya perasaan senang karena sekarang si kecil akan mulai bersosialisasi dengan teman-teman barunyanya. Dan tentunya kita akan senang ketika pulang dia bercerita telah memiliki teman baru yang baik, bermain bersama, belajar bersama dan tentunya berbagi bersama. Ya, anak yang tidak memiliki kesulitan dalam berkomunikasi akan mudah memiliki teman yang bisa dijadikan tempat saling berbagi. Dia bisa saja saling merasakan berbagi bekal makanan bersama temannya, atau bahkan pulang dengan saling bertukar sepatu. Ya itulah manfaatnya anak yang senang berbagi tentu dia akan cepat mendapatkan seorang teman.
Namun, tidak semua anak memiliki sifat yang mudah atau senang berbagi, masih banyak anak yang kesulitan dalam berbagi dengan teman-temannya. Sebagai contoh, Jangankan berbagi bekal makanannya, mainan ayunan pun seolah-olah tidak boleh ada anak lain yang menyentuhnya. Tentu saja hal ini bisa menjadi salah satu kendala bagi kehidupan sosial anak. Bagaimana perang orang tua menyikapi hal seperti itu, beriktu tipsnya:

Berbicaralah Dengan Anak Anda

Anak yang sudah masuk sekolah taman kanak-kanak sebetulnya sudah cukup untuk bisa di ajak bicara. Jadi ajaklah anak anda berbicara mengenai permasalahan-permasalahan di sekolah dan berikan solusi yang bisa disepakati bersama. Tentunya gaya bicara harus di sesuaikan dengan usia anak. Beri gambaran kepada anak bahwa berbagi bisa memudahkannya untuk memiliki banyak teman, dan beri gambaran pula betapa indahnya jika dia memiliki banyak teman.

Jangan Menghukum Anak Karena Dia Pelit

Hukuman malah akan memicu rasa benci anak dari pada menjadikan anak bermurah hati. Disarankan untuk memberi dorongan positif daripada hanya sekedar teguran atau hukuman. Terus beri dorongan positif agar anak mau berbagi, dan ketika dia berbagi, jangan lupa beri dia pujian.

Hargai "Barang-Barang berharga" miliknya

Jika anak anda merasa bahwa baju, buku atau mainannya adalah "barang berharga" miliknya, cobalah untuk menghargai akan hal itu. Cobalah untuk meminta izin terlebih dulu ketika anda akan meminjam bukunya atau mainnannya, dan berilah dia pilihan tidak jika memang dia tidak mau mengizinkannya. Beri tahu hal ini juga kepada saudara, pembantu, teman atau guru-gurunya agar melakukan hal yang sama terhadap "barang-barang berharga" miliknya dan jika perlu katakan pula bahwa kita yang meminjam "barang berharganya" tersebut akan menjaganya dengan baik. Ini merupakan stimulus yang baik agar anak lebih percaya untuk berbagi dengan yang lain.

Berilah Contoh

Cara yang terbaik untuk mengajari anak untuk lebih bermurah hati adalah dengan memberi contoh. Jadi jangan segan-segan untuk berbagi ice cream dengannya, tawarkan pertolongan ketika dia sulit memakai sepatu, dsb. Jadi, berbagi itu memang terlihat oleh si anak dari hal-hal yang orang tua lakukan terhadapnya, sehingga dia merasakan betul enaknya dia di bagi ice cream oleh mamahnya, betapa jadi mudah menggunakan sepatu setelah di bantu oleh mamahnya dll. Jadi, ketika anda berbagi dengan si kecil pastikan dia merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri, tapi bukan menjadikan si kecil menjadi manja.

Ajari Juga Mana Yang Tidak Boleh Untuk Berbagi

Setelah anak anda mulai memberikan kemajuan mengenai berbagi, jangan lupa pula untuk mengajari hal-hal apa saja yang tidak boleh berbagi dengan temannya, ini juga penting untuk memberikan pelajaran mana yang boleh dan mana yang tidak. Berikan alasan kenapa sikat gigi tidak boleh berbagi penggunaannya, dll.

"Daerah-Daerah Berbahaya" Di Rumah Bagi Balita

Rumah adalah tempat bernaung kita. Rumah menjadi tempat tumbuh kembang sebuah keluarga. Dan rumah juga merupakan arena utama bagi balita kita sebagai tempat bermain. Sebagaimana kita ketahui, masa-masa balita adalah masa-masa penjelajahan, masa dimana sang buah hati ingin mengetahui berbagai hal termasuk di setiap sudut rumah kita. Jika tidak menjaga keamanan bagi balita, bisa-bisa rumah menjadi tempat yang sangat berbahaya bagi anak. Oleh karena itu orang tua perlu melindungi buah hati dari hal-hal yang dapat membahayakan anak di rumah kita.
Berikut adalah beberapa hal atau bagian dari rumah kita yang dianggap berbahaya bagi balita:

Lokasi: WC

Alat cukur Kumis atau Gunting
Jangan sampai anak meraih benda-benda tersebut. Jelaslah anak bisa terluka karenanya. simpanlah benda-benda tersebut di tempat yang tidak bisa terjangkau anak, jika perlu, simpan di kabinet atau lemari gantung anda.
Kosmetik dan Obat-obatan Kecantikan
Balita memiliki kebiasaan memasukan benda ke mulut. jangan sampai peralatan kosmetik atau obat-obatan anda terjangkau olehnya. Keracunan akan menjangkit anak anda jika sampai dia memasukan bahan dan obat-obatan kosmetik ke dalam mulutnya. Simpan di tempat yang tidak terjangkau anak lebih baik simpan dalam kabinet
Toilet
Usahakan memiliki toilet yang bisa ditutup (biasanya toilet duduk) dan pastikan selalu tertutup jika toilet tidak digunakan. Toilet jongkok sangat licin jika diinjak oleh balita anda, dan dikhawatirkan anak anda bisa terjatuh. Jika memiliki toilet jongkok, Buatkanlah penutup khusus untuk toilet jongkok.

Lokasi: Ruang Tengah

Peralatan Elektronik
DVD/VCd Player cukup berbahaya juga bagi balita, terutama slot tempat cd yang keluar jika akan memasukan cd. Jari balita bisa terjepit ketika slot tempat cd tertarik ke dalam player. Jika memiliki dvd/vcd player seperti itu, apalagi biasanya tempat penyimpanananya selalu di bawah tv yang mudah terjangkau anak, usahakan tempat penyimpanannya tertutup. Sehingga anak sulit tidak bisa sembarang pijit ke dvd/vcd player.
Lemari TV atau Rak Buku
Meskipun tidak memiliki keahlian memanjat, anak akan selalu penasaran terhadap benda yang dianggapnya menarik yang tersimpat di lemari tv atau rak buku, sehingga dia akan mencoba memanjat dan meraihnya.Karena untuk merubah lemari atau rak cukup sulit, awasi saja balita anda jangan sampai lengah dan mendapati anak anda memanjat lemari
Benda-benda kecil yang berserakan
Kancing, peniti, jarum dan benda kecil lainnya jangan sampai berada di lantai. Ingat, balita suka memiliki kebiasaan memasukan benda ke mulut, hati-hatilah akan hal ini. Selalu bersihkan lantai anda dari barang-barang kecil.
Furniture
Sudut lemari, sudut meja atau ujung kursi yang terbuat dari kayu cukup bisa membuat terluka jika anak terbentur ke tempat-tempat tersebut. Oleh karena itu sekarang sudah banya beredar penutup ujung sikut meja, atau lemari atau kursi dari bahan-bahan lembut, sehingga aman bagi anak anda.
Kelistrikan
stop kontak, saklar, terminal stop kontak, steker, kabel listrik usahakan jauh dari jangkauan anak. Stop kontak usahakan tertutup atau buat penutupnya untuk sementara. Semuanya sangat berbahaya bagi anak.

Lokasi: Dapur

Magnet Kulkas
Kulkas biasanya sering di hiasi dengan magnet-magnet kecil yang menempel pada pintu kulkas. Usahakan hiasan-hiasan kecil ini simpan dulu ditempat yang tidak terjangkau anak,karena ya itu kebiasaan anak yang suka memasukan barang ke dalam mulutnya
Peralatan Dapur
Microwave, Blender, Pisau, garpu adalah beberapa contoh peralatan dapur yang harus tersimpan aman tidak terjangkau anak jika tidak sedang di pakai. Anak bisa terluka karenanya jika memainkan peralatan dapur tersebut
Kompor
Jangan sampai anak anda mendekati barang yang satu ini meskipun anda sedang tidak menggunakannya. Tidak ada pengecualian untuk hal ini.
Peralatan Mencuci
Sabun cuci, detergen pencuci baik cair, bubuk atau cream hindarkan dari jangakuan anak. Bahan kimia yang terdapat di dalamnya bisa membuat anak keracunan jika sampai tertelan olehnya.
Barang Pecah Belah
Gelas, piring dan barang pecah belah lainnya harus disimpan di tempat yang tidak terjangkau. Kalaupun kabinetnya berada di bawah, usahakan bisa di kunci
Tempat Sampah
Balita memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap barang-barang tertentu, meskipun barang itu sudah tersimpan di tempat sampah. Kita tentunya tidak mau anak kita bermain dengan sampah-sampah. Oleh karena itu sembunyikan tempat sampah dalam kabinet dapur untuk sementara, atau belilah tempat sampah yang memiliki penutup yang aman

Ruang-Ruang Lainnya

Gudang
Jika memiliki ruang gudang, kuncilah selalu gudang tersebut. Gudang biasanya terdapat banyak tumpukan atau perkakas yang bisa melukai si kecil.
Ruang Setrika atau Ruang Cuci
Jika memiliki khusus ruangan ini kuncilah selalu, jangan sampai buah hati anda bermain dengan setrika ataupun memijit-mijit tombol mesin pencuci. Ketika anda menggunakan ruangan tersebut, kunci juga, karena  siapa tahu ternyata buah hati anda menyelinap tidak ketahuan masuk ke ruangan tersebut.

Tips Agar Anak Tidur di Kamarnya Sendiri

Jika anda telah menjadi orangtua, kadang anda akan merasa meraih sebuah prestasi ketika anda berhasil membuat anak anda tertidur sepanjang malam meskipun tempat tidurnya dimanapun. Untuk sementara, hal tersebut mungkin terkesan baik-baik saja selama anak anda masih kecil. Namun, pada satu waktu, anda akan membutuhkan ruang tidur anda sendiri dan anda akan mulai menginginkan anak anda belajar untuk tidur di tempat tidur  mereka sendiri.
Tidak mudah merubah kebiasaan tidur anak sebelumnya yang selalu bersama orang tuanya. Diperlukan kesabaran dan pengertian yang tinggi baik dari sisi orang tua maupun anaknya. Berikut adalah beberap tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua, agar anak bisa tidur di kamarnya sendiri:
  1. Cari tahulah alasan kenapa anak anda ingin tidur di tempat anda. Ada banyak alasan mengapa mereka bersikap demikian dan untuk mencari tahu tentang hal ini bisa menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Anda bisa melakukannya dengan mulai mencari tahu tentang hal-hal yang lebih bersifat umum: Apakah mereka takut dengan hal-hal yang mungkin muncul saat malam tiba? Apakah mereka iri dengan anak yang saudara yang lebih kecil dan ini adalah satu cara untuk mendapatkan perhatian lebih? Apakah suara-suara yang muncul mengganggu tidur mereka? Apakah kamar mereka terlalu gelap dan mereka butuh cahaya lebih saat malam tiba? Apakah tempat tidur dan perlengkapan lainnya sudah sesuai dengan minat anak? Jika anda sudah mengetahui penyebabnya, segera tindak lanjuti dan cari solusi agar hal tersebut tidak menjadi penghalang anak untuk tidur di karmarnya sendiri.
  2. Lakukan ritual sebelum tidur. Beberapa anak butuh ditenangkan secara perlahan sebelum mengajak mereka ke kamar mereka. Kadang anak anda masih akan muncul di kamar anda setelah anda melakukan ritual tertentu tersebut. Sebagai contoh, mengapa anda tidak mengajak mereka mandi dan membacakan cerita atau menyanyikan sebuah lagu sebelum tidur? Usaha ini bisa membuat mereka menjadi tahu bahwa waktu tidur telah tiba dan pikiran mereka telah dikondisikan untuk hal tersebut.
  3. Berikan anak anda beberapa “perlindungan” untuk membantu mereka melewati malam. Beberapa anak bisa bersikap baik ketika mereka tahu ada perlindungan yang bisa diandalkan. Sebagi contoh anda bisa menggunakan beberapa boneka besar yang bisa digunakan sebagai teman mereka saat tidur. Cara lain yang baik adalah dengan membuat mereka merasa aman dan terlindungi menggunakan boneka-boneka binatang yang besar untuk mengganti keberadaan anggota keluarga yang lain. Dengan kata lain, anak-anak anda bisa tidur dengan boneka atau mainan yang lain sebagai pengganti rasa nyaman yang mereka dapatkan ketika tidur dengan sang ibu.
  4. Tambahkan cahaya ke kamar mereka. Hal ini bisa digunakan untuk melawan terror malam yang mereka alami. Bagi beberapa anak, kegelapan bisa membuat ruangan yang familier menjadi tempat yang sangat menyeramkan. Dan dengan adanya cahaya di kamar bisa membuat kamar menjadi lebih nyaman kembali bagi mereka.
  5. Bersabarlah. Usaha anda mungkin tidak akan berhasil pada malam pertama. Untuk membuat anak anda tertidur di kamar mereka sendiri mungkin tidak mudah dari yang anda bayangkan.  Teruslah lakukan usaha-usaha yang telah di coba sebelumnya, jangan pernah berhenti sebelum anak anda betul-betul tertidur di kamarnya sendiri dengan nyaman.


Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Orang Tua Ketika Anak di Rawat di Rumah Sakit Sumber : Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Orang Tua Ketika Anak di Rawat di Rumah Sakit

Untuk orangtua, memiliki anak yang sedang di rumah sakit adalah waktu yang sangat menakutkan. Namun, orang tua tidak boleh lupa bahwa seorang anak akan sama (atau bahkan lebih) takutnya terhadap situasi tersebut. Mempersiapkan anak Anda jauh ke depan akan membuat tinggal rumah sakit tetap terasa mudah.

Langkah 1: Tetap tenang

Tidak peduli seberapa serius alasan untuk tinggal di rumah sakit, Anda harus tetap terlihat tenang dan meyakinkan di depan anak Anda. Jika Anda panik, anak Anda akan menjadi takut dan seluruh situasi akan menjadi lebih menegangkan bagi semua orang yang terlibat. Ingat, itu adalah tanggung jawab Anda untuk menjadi kuat di saat yang dibutuhkan ini.

Langkah 2: Jelaskan Waktunya

Meskipun kejujuran penting, Anda tidak perlu memberikan terlalu banyak penjelasan kepada anak Anda jika hal itu bisa menambah kecemasan mereka saat menginap di rumah sakit. Namun, diperbolehkan menjelaskan waktu kapan segala sesuatu akan terjadi dan mengapa mereka membutuhkan pengobatan atau operasi. Anak Anda bahkan dapat menggunakan kalender untuk menunjukkan tanggal ketika ia tiba di rumah sakit dan ketika ia akan diperbolehkan untuk pulang.

Langkah 3: Tinggallah Di Rumah Sakit Sebanyak Mungkin

Kebanyakan anak-anak merasa paling nyaman ketika orang tua mereka ada dalam pandangan. Karena itu, penting untuk tinggal di sisi mereka sebanyak mungkin ketika ia berada di rumah sakit.

Langkah 4: Bawa Perlengkapan Dari Rumah

Meskipun Anda akan harus bertanya kepada staff rumah sakit terlebih dahulu, pertimbangkan membawa beberapa perlengkapan dari rumah ke rumah sakit. Jika anak Anda memiliki selimut favorit atau boneka beruang, bawa itu ke rumah sakit. Jangan takut untuk menanyakan kepada anak Anda apa yang ingin dibawakan untuknya.

Langkah 5: Rencana Kegiatan Selanjutnya

Berikan anak Anda sesuatu untuk diharapkan setelah ia tinggal di rumah sakit. Sebagai contoh, Anda bisa menjanjikan perjalanan ke kebun binatang atau video game baru setelah mereka kembali ke rumah. Langkah sederhana ini bisa membuat anak Anda senang dan gembira, bahkan jika Anda tidak nyaman.

Faktor Perkembangan Anak

Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak antara lain:
FAKTOR DALAM
  • Ras/etnik atau bangsa : Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memilki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya
  • Keluarga: Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus
  • Umur : Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
  •  Jenis kelamin : fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki.. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat
  • Genetik : adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
  • Kelainan kromosom : Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhanseperti pada sindroma Down's dan sindroma Turner's.
FAKTOR LUAR
Faktor prenatal
  • Gizi : Nutrisi ibu hamil terutama dalam trisemester akhir kehamilan akan mempengaruhipertumbuhan janin
  • Mekanis : Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kongenital seperti club foot
  • Toksi/zat kimia :beberapa obat-obatan dapat menyebabkan kelainan kongenital.
  • Radiasi Paparan radium dan sinar rontgen dapat kelainan pada janin seperti deformitas anggota gerak
  • Infeksi : Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh virus TORCH dapat menyebabkan kalainan pada janin, katarak, bisu tuli, retasdasi mental dam kelainan jantung.
  • Kelainan imunologi : Adanya perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan kerusakan jaringan otak
  • Psikologi ibu : Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakukan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain
FAKTOR PERSALINAN
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan keruskaan jaringan otak
FAKTOR PASCASALIN
  • Gizi : untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
  • Penyakit kronis/kelainan kongenital : tuberkolosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani
  • Lingkukan fisis dan kimia : Lingkungan sebagai tempat anak hidup berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak. Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu mempunya dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
PSIKOLOGIS
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertetkan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya
SOSIO-EKONOMI
Kemisikinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.
LINGKUNGAN PENGASUHAN
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak
STIMULASI
Pertumbuhan memerlukan rangsang/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
OBAT-OBATAN
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghamba pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan