Sabtu, 19 Januari 2013

Menghilangkan Rasa Takut Menjelang Melahirkan

Persalinan adalah sebuah gerbang menuju sebuah impian baru, hidup baru dan harapan baru bagi sebuah keluarga. Hadirnya buah hati setelah melewati proses persalinan akan membuat kehidupan sebuah keluarga menjadi semakin lengkap. Kebahagian yang hakiki pasti dirasakan para ibu hamil di seluruh dunia tatkala tangisan kecil bergema, setelah melewati perjuangan yang hebat yang telah di laluinya. Sirna sudah rasa sakit dan lelah, ketika si kecil yang selama 9 bulan mendiami rahim ibu, kini nyata berada dalam dekapan ibu. Ya, sebuah kebahagiaan yang ajaib yang tidak bisa terlukiskan oleh kata-kata. Namun, kadang momen kebahagiaan tersebut oleh sebagian ibu hamil tertutupi oleh berbagai keraguan dan rasa takut menjelang persalinan. Beberapa ibu hamil justru hanya membayangkan betapa beratnya proses persalinan, betapa sakitnya proses persalinan, betapa lelahnya proses persalinan dan hal lainnya yang membuat persalinan menjadi momok yang menakutkan.
Wajar memang rasa takut menjelang persalinan banyak memenuhi benak para ibu hamil, terutama bagi yang akan mengalami pengalaman pertama melahirkan. Namun, akan sangat tidak wajar, jika rasa takut ini terus membayang-bayangi ibu hamil, apalagi hingga membuat stress. Justeru rasa takut akan makin membuat ibu menjadi tersiksa saat proses persalinan berlangsung, bahkan bisa membuat proses persalinan menjadi lebih lama yang makin membuat ibu menjadi lebih tersiksa.
Sebuah riset BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.yang di publikasikan pada tanggal 27 Juni 2012 mengungkapkan bahwa ibu hamil yang memiliki rasa takut akan melahirkan mengalami proses persalinan lebih lama di banding dengan ibu hamil yang tenang ketika menghadapi proses persalinan. Riset yang dilakukan di Norwegia tersebut menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami rasa takut, menghabiskan waktu dalam proses persalinan lebih lama sekitar setengah hingga satu jam dari ibu hamil yang relaks menjelang persalinan. Selain itu rasa takut, juga berhubungan dengan proses persalinan menjadi di bantu peralatan atau mengarah ke operasi caesar. Hasil dari riset juga menunjukan bahwa ibu hamil yang takut akan persalinan menjalani proses persalinan normal sekitar 89%, sedangkan yang tidak takut 93%. Riset dilakukan terhadap 2.200 ibu hamil dan setengahnya adalah ibu dengan kehamilan pertama.
Oleh karena itu, hindari rasa takut yang berlebihan saat menjelang persalinan. Rasa takut sama sekali tidak membantu dan malah membuat keadaan menjadi semakin tidak baik. Selain itu rasa takut juga hanya menjadi kendala bagi para pembantu persalinan anda. Be positif adalah kunci menghadapi persalinan. Selain itu, bayangan akan betapa indahnya momen saat mendengar tangisan pertama si kecil bisa juga membantu menutupi rasa takut yang ada. Selengkapnya mengenai tips untuk menghilangkan rasa takut akan persalinan bisa di baca dalam artikel berikut: Tips Menghilangkan Rasa Takut Menjelang Melahirkan
Perjalanan kehamilan selama 9 bulan sungguh menguras banyak pikiran, tenaga dan materi. Sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk melewati hari-hari kehamilan tersebut. Kini setelah 9 bulan, saatnya untuk melahirkan, rasa lelah dan penantian lama sebentar lagi segera berakhir. Banyak ibu yang tidak sabar ingin segera melahirkan dan menimang bayi mereka. Namun, sebagian ibu merasa sangat khawatir dan takut saat membayangkan betapa sakitnya melahirkan anak. Ketakutan itu kadang datang dari diri sendiri maupun cerita menyeramkan dari orang lain. Ketakutan yang sering muncul pada ibu-ibu menjelang persalinan seperti Takut tak mampu bertahan dan meninggal,Takut Nyeri, Takut disalahkan dan hal lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut berikut penangkal rasa ketakutan tersebut.

Takut tak mampu bertahan dan meninggal

Jika Anda ketakutan menjelang persalinan, pikirkanlah hal berikut, Pertama, tubuh wanita dibuat sempurna oleh Tuhan untuk melahirkan. Kedua, ketika terjadi komplikasi, dokter dapat menggunakan alat-alat medis modern untuk mencegahnya.

Takut Nyeri

Secara alami, nyeri adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman saat melahirkan.Setiap orang merasakan dan merespon nyeri secara berbeda, sehingga mustahil untuk memperkirakan nyeri yang nantinya akan Anda alami. Semuanya tergantung pada seberapa cepat kemajuan persalinan Anda, respon Anda terhadap nyeri, dan kemampuan anda menahan nyeri. Jika Anda tidak ingin merasakan nyeri saat melahirkan, bicarakanlah dengan dokter. Setelah berkomunikasi dengan dokter mengenai keuntungan dan kerugiannya, maka pemberian obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dapat dipertimbangkan. Penting diingat bahwa nyeri yang terjadi akibat kontraksi rahim saat melahirkan adalah suatu proses alamiah. Percayalah bahwa tubuh Anda mampu menahan rasa nyeri itu.

Takut disalahkan

Ketika melahirkan Anda akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Tidak ada yang akan menyalahkan apa yang Anda lakukan, apalagi berkaitan dengan fungsi tubuh. Misalnya kalau Anda muntah, bab, berteriak atau panik, maka dokter maupun perawat tidak akan memarahi Anda dan tetap akan menolong Anda.
Selain itu, guna lebih menghilangkan rasa takut menjelang persalinan, berikut tips lainnya:

Percaya diri

Persalinan pertama memang menakutkan. Namun, Anda harus melewati proses itu. Jadi sebaiknya sebelum saatnya tiba, persiapkan diri untuk menghadapi proses tersebut. Anda bisa mencari informasi di buku atau internet tentang persiapan persalinan yang pertama ini.

Kemukakan rasa takut pada orang lain

Terkadang Anda tak mau orang lain tahu kelemahan atau ketakutan Anda, sehingga Anda menutupinya dan mengalihkan pada hal lain seperti belanja keperluan bayi atau bekerja. Disarankan agar tidak memendam ketakutan. Kemukakan hal tersebut pada pasangan atau teman-teman yang pernah mengalaminya. Mereka akan memberi masukan atau petunjuk apa yang seharusnya dilakukan, sehingga Anda siap jika saatnya tiba.

Pahami proses persalinan

Jika Anda tahu proses persalinan yang akan dilalui, maka kondisi mental Anda juga akan siap menjelang persalinan. Dengan membaca buku tentang persalinan atau konsultasi, Anda setidaknya tahu dan mengerti proses

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar